SOCIAL PSYCHOLOGY

  • PDFPrintE-mail

 

Citra Raga To Balo

ABSTRAK

 

Alhamid. 2009. Citra Raga To Balo. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui citra raga To Balo, kondisi sosial dan ekonomi To Balo dan bagaimana persepsi masyarakat setempat terhadap To Balo

Subjek pada penelitian ini adalah tiga (3) orang, yang merupakan To Balo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara yang bersifat partisipatif dengan To Balo dan pihak-pihak lain yang memiliki data yang berhubungan dengan penelitian. Observasi yang dilakukan ditujukan terhadap aktivitas dan perilaku-perilaku subyek sehari-hari baik dengan keluarganya, dan masyarakat setempat, di dalam rumah maupun di lingkungan sekitar rumah. Pengamatan terhadap cara berpakaian, keadaan di rumah dan keadaan di sekitar lingkungan rumah. Pengamatan juga akan dilakukan terhadap subjek ketika sedang melakukan wawancara yang meliputi gaya berbicara, intonasi suara dan ekspresi wajah.

Berdasarkan data-data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa : 1) Citra raga To Balo pada umumnya bersifat negatif yang dipengaruhi oleh faktor kelainan kulit (balo), kondisi sosial, dan faktor pendidikan yang rendah 2) Kondisi sosial To Balo yaitu  sulitnya  berinteraksi dengan warga masyarakat karena jarak rumah dengan warga cukup jauh, kecemburuan warga dengan To Balo terkait bantuan pemerintah serta rutinitas yang mengharuskan To Balo tinggal di ladang. Pernikahan To Balo selama ini terlaksana berkat campur tangan aparat desa sebagai upaya untuk melestarikan To Balo yang kini hanya berjumlah lima orang, sedangkan kondisi ekonomi To Balo berada di di bawah rata-rata 3) Persepsi masyarakat setempat terhadap To Balo yaitu To Balo menutupi asal usul yang sebenarnya, karena hal tersebut merupakan aib yang harus dijaga kerahasiaannya, To Balo merupakan icon bagi daerah Bulo-bulo, To Balo segan dan menghormati aparat desa serta To Balo akan bertindak anarkis apabila merasa terhina perihal balonya.

 

Kata kunci: Citra Raga, To Balo.

 

 

THE EFFECTS OF BUGIS CULTURE UPBRINGING PATTERN TO CINDERELLA COMPLEX TENDENCY IN BUGIS WOMEN

ABSTRACT

The goals of this research are as follows: (1) To know the implementation of Bugis tribe upbringing pattern in Bugis women. (2) To know the reflection of Cinderella Complex in Bugis women. (3) To know the effects of Bugis tribe upbringing culture and the tendency of Cinderella Complex in Bugis women.

 

This research was held in Makassar. Sampling method used is simple random sampling.Total of research object is 110 students (women) in UNM from Bugis tribe. Instruments used are Bugis culture upbringing pattern scale made by author, and Cinderella Complex tendency scale also made by author, and data scale which analyzed with regression linear in SPSS 14.0 for windows.

 

The results show that: (1) The Bugis culture upbringing pattern which implemented to Bugis women, generally, is still valid to Bugis culture appropriate values. (2) The tendency of Cinderella Complex in Bugis women, generally, is very prominent, showing Bugis women still see men as dominant figure in their family and life, and make them having difficulty to stand on their feet. (3) The Bugis culture upbringing pattern gives positive effect to the appetency of Cinderella Complex in Bugis women. It means if the Bugis culture upbringing pattern received by object is prominent, then the level of Cinderella Complex in Bugis women is higher,vice versa.

Keywords: The Bugis culture upbringing pattern, Cinderella Complex tendency.

 

 

HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY INTELLIGENCE DAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA REMAJA TUNARUNGU

 

ABSTRAK

Tiara Fitrani. 2011. Hubungan antara adversity intelligence dan penyesuaian sosial pada remaja tunarungu. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara adversity intelligence dan penyesuaian sosial pada remaja tunarungu.

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah total sampling atau seluruh populasi dalam penelitian menjadi sampel. Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah remaja tunarungu yang berusia antara 14 – 21 tahun. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 44 orang yang berasal dari Sekolah Luar Biasa Pembina dan Sekolah Luar Biasa YPPLB Cendrawasih. Alat ukur yang digunakan adalah skala adversity intelligence yang terdiri atas 31 aitem yang disusun berdasarkan adversity intelligence yang dikemukakan oleh Stoltz dan skala penyesuaian sosial yang terdiri atas 30 aitem yang disusun berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Schneiders.

Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi Pearson-product moment. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai signifikansi p = 0,00 (p<0,05) dan r sebesar 0,905. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara adversity intelligence dengan penyesuaian sosial pada remaja tunarungu.

Kata kunci: adversity intelligence, penyesuaian sosial, remaja tunarungu.

 

 

PROFIL ANAK JALANAN BERPRESTASI (STUDI KASUS PADA MANTAN ANAK JALANAN YANG SUKSES DI MAKASSAR)

 

ABSTRAK

Syarvia. 2008. Profil Anak Jalanan Berprestasi (Studi Kasus pada Mantan Anak Jalanan yang Sukses di Makassar). Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang kehidupan subjek, bagaimana prestasi yang dicapai, usaha dan hambatan, serta persepsi keluarga dan kerabat terhadap subjek.

Subjek pada penelitian ini adalah 3 orang mantan anak jalanan yang sukses di Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dengan subjek, teman dekat, pekerja sosial (peksos) atau petugas yayasan dan orangtua subjek penelitian. Observasi dilakukan di lingkungan rumah untuk melihat interaksi subjek dengan orangtua dan bagaimana pola asuh yang didapatkan. Observasi selanjutnya dilakukan di lingkungan kerja, khususnya ketika subjek bekerja dan dalam interaksi sosial di masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa : 1) mantan anjal berprestasi umumnya adalah anak yang diperlakukan sebagai anak pertama, mendapatkan pelatihan kemandirian, orangtua berpendidikan rendah dan adanya konflik dalam perkawinan, serta berstatus ekonomi bawah 2) mantan anjal mampu berprestasi di bidang olahraga bertaraf internasional, keterampilan, komputer, dan lembaga swadaya masyarakat untuk skala lokal, nasional hingga internasional 3) Upaya dan kerja keras telah dilakukan oleh mantan anjal untuk mewujudkan harapan dan cita-cita. Latihan, dukungan spiritual serta doa dari keluarga dan kerabat turut menentukan keberhasilan dan motivasi berprestasi anjal. 4) Subjek adalah orang-orang yang diunggulkan di lingkungan keluarga dan teman-teman terdekat, menjadi harapan bagi keluarga, dan contoh bagi orang-orang di sekitarnya.

Kata kunci:  Motivasi Berprestasi, Anak Jalanan.

KEKERASAN ORANGTUA PADA ANAK DITINJAU DARI STATUS SOSIAL KELUARGA

 

ABSTRAK

Suriani Sibe’. 2009. Kekerasan Orangtua pada Anak Ditinjau dari Status Sosial Keluarga. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kekerasan orangtua pada anak, antara keluarga dengan status sosial atas, status sosial menengah, dan status sosial bawah.

Penelitian dilaksanakan di Makassar. Subjek penelitian adalah 270 anak dari tiga Sekolah Dasar, yaitu SDN Btn. Pemda, SDN Parangtambung II, dan SD Islam Athirah I, yang terdiri dari 66 anak dari status sosial atas, 113 anak dari status sosial menengah, dan 91 anak dari status sosial bawah. Instrumen yang digunakan adalah skala kekerasan orangtua pada anak dan angket status sosial keluarga. Data dianalisis menggunakan Kruskal Wallis-Test dengan bantuan program SPSS 16,0 for windows. Reliabilitas yang diperoleh untuk skala kekerasan orangtua pada anak adalah 0,75 (memiliki derajat keandalan tinggi), dan reliabilitas untuk angket status sosial keluarga adalah 0,909 (memiliki derajat keandalan tinggi sekali).

Hasil penelitian adalah, ada perbedaan kekerasan orangtua pada anak ditinjau dari status sosial keluarga, yaitu dari status sosial atas, menengah, dan bawah, dengan nilai signifikansi 0,00. Kekerasan orangtua pada anak dalam penelitian ini secara umum berada pada kategori rendah. Analisis tambahan: ada perbedaan kekerasan antara ayah dan ibu pada anak.

Kata kunci: kekerasan orangtua, status sosial.