PSY PERKEMBANGAN

  • PDFPrintE-mail

KREATIVITAS ANAK DALAM SUASANA KOMPETITIF

ABSTRAK

 

Muhammad Arif. 2008. Kreativitas Anak dalam Suasana Kompetitif. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kreativitas anak yang berada dalam suasana kompetitif dan non-kompetitif.

Subjek dalam penelitian ini adalah 98 anak berusia 9-13 tahun yang terdiri dari siswa kelas V dan VI di SD Inpres Cambaya I dan II, yang dipilih secara random untuk bertindak sebagai kelompok eksperimen ataupun kelompok kontrol.

Instrumen yang digunakan adalah pemberian tugas menulis karangan, yang kemudian dinilai oleh tiga orang rater berdasarkan Skema Penilaian Kreativitas Mengarang Siswa, yang disusun oleh Munandar pada 1977 (Munandar 2004). Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik analisis uji-t Independen dengan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solutions) 16.0 for windows. Hasil analisis menunjukkan tidak ada perbedaan kreativitas anak yang berada dalam suasana kompetitif dan non-kompetitif (p = 0,428). Meskipun demikian anak yang berada dalam suasana non-kompetitif memiliki rerata empirik yang lebih tinggi, yaitu sebesar 6,5, sedangkan untuk anak dalam suasana kompetitif sebesar 5,9.

 

 

Kata kunci: Kreativitas, Anak, Suasana Kompetitif dan Non-kompetitif

 

 

PERBEDAAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMBELI PRODUK FASHION BERDASARKAN PERAN GENDER PADA KONSUMEN REMAJA

ABSTRAK

 

Afiah, N. 2011. Perbedaan Pengambilan Keputusan Membeli Produk Fashion berdasarkan Peran Gender pada Konsumen Remaja. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengambilan keputusan membeli produk fashion pada remaja berdasarkan peran gender maskulin, feminin, androgini, dan tak terbedakan.

Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi UNM angkatan 2010-2011 yang berjumlah 63 orang. Subjek dipilih dengan menggunakan teknik sampel purposif. Data penelitian ini dianalisis dengan teknik analisis non-parametrik Kruskal-Wallis.Instrument penelitian yang digunakan adalah skala pengambilan keputusan membeli dan skala peran gender.

Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan pengambilan keputusan membeli produk fashion berdasarkan peran gender pada konsumen remaja (koefisien KW = 19,001, p = 0,00).

 

Kata kunci: Pengambilan keputusan membeli, peran gender.

 

 

KECEMASAN MENGHADAPI KEMATIAN PADA LANJUT USIA

ABSTRAK

 

 

Nur Rahmi. 2011. Kecemasan Menghadapi Kematian pada Lanjut Usia. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai:  1. Bentuk-bentuk kecemasan menghadapi kematian pada lanjut usia; 2. Faktor-faktor kecemasan menghadapi kematian pada lanjut usia; 3. Cara mengatasi kecemasan menghadapi kematian pada lanjut usia.

 

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan melibatkan tiga orang responden yaitu laki-laki lanjut usia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Gowa.

 

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lansia dengan kecemasan menghadapi kematian diketahui bahwa sebab atau alasan lansia cemas yaitu karena khawatir dengan keadaan keluarga yang ditinggalkan, ibadah kurang karena banyak dosa atau kesalahan yang diperbuat, takut pada proses menjelang ajal dan kehidupan setelah mati, serta takut menderita sakit yang lama dan mati dalam keadaan sendirian tanpa seorangpun yang tahu. Reaksi fisik yang dialami berupa kepala pusing, jantung berdebar-debar, gemetar, nafsu makan berkurang, nafas terasa sesak, berkeringat dingin, badan terasa lemas. Reaksi psikologis berupa perasaaan tidak menyenangkan (khawatir, takut, gelisah, bingung), perilaku jadi sering merenung atau melamun, sulit tidur, sulit berkonsentrasi, gugup serta tidak bersemangat beraktivitas. Hal tersebut akhirnya menyebabkan lansia melakukan kegiatan seperti beribadah, mendekatkan diri pada Tuhan, melakukan suatu kesibukan, bercerita, curhat pada orang lain, dibawa tidur dan bersilaturrahmi ke rumah teman, tetangga, serta pergi mencari hiburan atau rekreasi.

 

Kata Kunci: Kecemasan, Kematian dan Lanjut Usia.

 

 

 

KECERDASAN SOSIAL ANAK USIA DINI DI MAKASSAR MONTESSORI SCHOOL DAN TAMAN KANAK-KANAK UNYIL MAKASSAR

 

ABSTRAK

 

Evie Syalviana. 2011. Kecerdasan Sosial Anak Usia Dini di Makassar Montessori School dan Taman Kanak-kanak Unyil Makassar. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

 

Penelitian ini merupakan penelitian komparatif yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kecerdasan sosial anak usia dini yang diberi Metode Montessori di Makassar Montessori School dan anak usia dini yang diberi Metode Teacher Centered Learning di Taman Kanak-kanak Unyil Makassar.

Subjek dalam penelitian ini berjumlah 66 anak yang terdiri dari 33 anak Makassar Montessori School dan 33 anak TK Unyil Makassar. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecerdasan sosial. Data penelitian dianalisis mengguanakan uji-t (independent sample t-test) dengan bantuan program SPSS 16.0 for Windows.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0.859 dan jika nilai signifikansi > 0,05 maka Ha ditolak dan H0 diterima. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kecerdasan sosial anak usia dini yang diberi Metode Montessori di Makassar Montessori School dan anak usia dini yang diberi Metode Teacher Centered Learning di Taman Kanak-kanak Unyil Makassar.

 

 

Kata kunci : Kecerdasan sosial,  Anak usia dini, Metode Montessori, Metode Teacher Centered Learning

 

MODIFIKASI LINGKUNGAN UNTUK MENURUNKAN TINGKAT DEPRESI  LANSIA PEREMPUAN YANG TINGGAL DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA GAU MABAJI KABUPATEN GOWA

ABSTRAK

 

Andi Resvi, 2011. Modifikasi Lingkungan untuk Menurunkan Tingkat Depresi  Lansia Perempuan yang Tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kabupaten Gowa. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan penurunan tingkat depresi antara kelompok lansia yang diberikan pelatihan modifikasi lingkungan dengan kelompok lansia yang tidak diberikan pelatihan modifikasi di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kabupaten Gowa.

Subjek penelitian ini adalah lansia perempuan yang mengalami depresi ringan dan sedang sebanyak delapan orang yaitu, empat orang sebagai kelompok eksperimen dan empat orang sebagai kelompok kontrol. Alat ukur yang digunakan adalah tes Inventori Depresi Beck (IDB). Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purpossive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan independent sample t-tes dengan bantuan program SPSS for windows versi 16,00.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan penurunan tingkat depresi antara kelompok lansia yang diberikan pelatihan modifikasi lingkungan dengan kelompok lansia yang tidak diberikan pelatihan modifikasi lingkungan di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kabupaten Gowa.

Kata kunci: Modifikasi lingkungan dan depresi lansia.