PSIKOLOGI PENDIDIKAN & PSIKOMETRI

  • PDFPrintE-mail

 

Motivasi Belajar Matematika ditinjau dari Pemberian Metode Edutainment (Studi pada siswa yang mengikuti bimbingan belajar).

 

ABSTRAK

A. Prihadhitya Ramadhan. 2011. Motivasi Belajar Matematika ditinjau dari Pemberian Metode Edutainment (Studi pada siswa yang mengikuti bimbingan belajar). Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan motivasi siswa yang mendapatkan metode edutainment dan motivasi siswa yang tidak mendapatkan metode edutainment.

Subjek Penelitian ini adalah 75 siswa sekolah dasar yang mengikuti bimbingan belajar menjadi sampel ada penelitian ini (37 siswa yang mendapatkan metode edutainment dan 38 siswa yang mendapatkan metode non-edutainment). Pengambilan data menggunakan skala motivasi dan teknik wawancara sebagai data tambahan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan motivasi belajar matematika pada siswa yang mendapatkan metode edutainment dengan siswa yang mendapatkan metode non-edutainment ( Hasil uji Mann-Whitney, u = 601, p = 0,254).

Kata kunci : Motivasi belajar matematika, Metode edutainment.

 

 

PENGARUH MOTIVASI DAN KEPUASAN BELAJAR TERHADAP PERFORMANSI SISWA SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU MAKASSAR

 

ABSTRAK

Rahmawati, 2009. Pengaruh Motivasi dan Kepuasan Belajar Terhadap Performansi Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Makassar. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

 

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan kepuasan belajar terhadap performansi siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Makassar.

 

Subjek dalam penelitian ini sebanyak 72 orang siswa yang terpilih melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala performansi siswa, skala motivasi belajar, dan skala kepuasan belajar yang ketiganya dibuat sendiri oleh peneliti.

 

Data penelitian dianalisis menggunakan regresi ganda melalui program SPSS 12.0. for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Sekolah Dasar Islam Terpadu Makassar memiliki performansi dalam kategori sangat tinggi (100%), hal ini berarti bahwa siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Makassar mampu menyerap materi pelajaran yang ditunjukkan lewat perilaku dalam pembelajaran di kelas; 2) Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Makassar memiliki motivasi belajar yang sangat tinggi (43,1%), hal ini menunjukkan bahwa siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Makassar memiliki kebutuhan baik intrinsik maupun ekstrinsik yang tinggi dalam proses pembelajaran; 3) Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Makassar memiliki kepuasan belajar dalam kategori sangat tinggi (52,7%), hal ini berarti bahwa siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Makassar sangat senang dengan kegiatan pembelajaran di sekolah; 4) Motivasi dan kepuasan belajar memiliki hubungan yang positif terhadap performansi siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Makassar (P<0,05). Hal ini berarti bahwa makin tinggi motivasi dan kepuasan belajar siswa, makin tinggi performansi siswa. Sebaliknya, makin rendah motivasi dan kepuasan belajar siswa, makin rendah performansi siswa.

Kata-kata kunci: motivasi belajar, kepuasan belajar, performansi siswa

 

 

 

PENYESUAIAN SOSIAL SISWA AKSELERASI DAN SISWA REGULER SMP NEGERI 6 MAKASSAR

ABSTRAK

 

Sulistiawati, S. 2011. Penyesuaian Sosial Siswa Akselerasi dan Siswa Reguler SMP Negeri 6 Makassar. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

 

Penelitian ini merupakan penelitian komparatif yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan penyesuaian sosial antara siswa akselerasi dan siswa reguler di SMP Negeri 6 Makassar.

Subjek pada penelitian ini berjumlah 42 orang siswa, terdiri atas 19 orang siswa akselerasi dan 23 orang siswa reguler. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala penyesuaian sosial. Data penelitian dianalisis menggunakan uji-t (independent sample t test) dengan bantuan program SPSS 16.0 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh = 0,003. Jika nilai signifikansi < 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan penyesuaian sosial antara siswa akselerasi dan siswa reguler di SMP Negeri 6 Makassar.

Kata kunci: Penyesuaian sosial; Akselerasi; Reguler

 

 

PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI PADA SISWA SMP. NEGERI 1 PARANGLOE KABUPATEN GOWA

Abstrak

 

Maria Laba’, 2011. Perbedaan motivasi belajar ditinjau dari status sosial ekonomi pada siswa SMP. Negeri 1 Parangloe Kabupaten Gowa. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan motivasi belajar ditinjau dari status sosial ekonomi.

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP Neg. 1 Parangloe sebanyak 110 orang. Teknik yang digunakan dalam pengambilan subjek adalah cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah 1) angket status sosial ekonomi yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang status sosial ekonomi terdiri dari 19 aitem berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan Badan Pusat Statistik Makassar tahun 2005 dan 2) skala motivasi belajar yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang motivasi belajar siswa terdiri dari 22 aitem berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan oleh Gotried (dalam Sudjana, 2005). Data dianalisis dengan menggunakan uji t dengan menggunakan bantuan program computer SPSS for windows release 16.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan motivasi belajar ditinjau dari status sosial ekonomi pada siswa SMP. Negeri 1 Parangloe Kabupaten Gowa.

Kata kunci: Status sosial ekonomi, motivasi belajar.

 

Intensi menyontek ditinjau dari tingkat harga diri dan motivasi berprestasi siswa SMA Negeri 1 Bulukumpa Kabupaten Bulukumba

ABSTRAK

 

Andi Emaliny, 2007. Intensi menyontek ditinjau dari tingkat harga diri dan motivasi berprestasi siswa SMA Negeri 1 Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dan motivasi berprestasi dengan intensi menyontek siswa, dan untuk mengetahui perbedaan intensi menyontek siswa laki-laki dan siswa perempuan di SMA Negeri 1 Bulukumpa Kabupaten Bulukumba.

Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala harga diri, skala motivasi berprestasi dan skala intensi menyontek. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dalam pemilihan subyek penelitian. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Bulukumpa Kabupaten Bulukumba sebanyak 166 orang siswa. Data dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi ganda dan uji-t dengan bantuan program SPSS 14.0 for windows.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Gambaran intensi menyontek siswa SMA Negeri 1 Bulukumpa Kabupaten Bulukumba berada dalam kategori rendah, gambaran harga diri siswa berada dalam kategori sedang, dan gambaran motivasi berprestasi siswa berada dalam kategori tinggi. (2) Hasil uji statistik dengan menggunakan uji korelasi ganda menunjukkan ada hubungan negatif harga diri dan motivasi berprestasi dengan intensi menyontek siswa SMA Negeri 1 Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. (3) Hasil uji statistik dengan menggunakan uji perbedaan (uji t) menunjukkan adanya perbedaan intensi menyontek antara siswa laki-laki dan siswa perempuan, siswa laki-laki lebih cenderung untuk melakukan intensi menyontek daripada siswa perempuan.

 

Kata Kunci: Intensi Menyontek, Harga Diri, Motivasi Berprestasi