PSIKOLOGI KLINIS

  • PDFPrintE-mail

PENGARUH PERSEPSI TENTANG KOMUNIKASI DOKTER TERHADAP KEPUASAN PASIEN RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR
ABSTRAK

Mutmainnah A. Jamaluddin. 2006. Pengaruh Persepsi tentang Komunikasi Dokter terhadap Kepuasan Pasien RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Jurusan Psikologi. Universitas Negeri Makassar.
Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi tentang komunikasi dokter terhadap kepuasan pasien RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.
Subjek penelitian ini adalah pasien rawat inap RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar sebanyak 70 orang. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi sederhana dari program SPSS 12.0 for windows. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala persepsi tentang komunikasi dokter dan skala kepuasan pasien. Penelitian ini menggunakan teknik random sampling dalam pemilihan subjek penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Pada umumnya pasien rawat inap RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar mempersepsikan komunikasi dokternya baik 2. Pada umumnya pasien rawat inap RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar mengalami kepuasan 3. Terdapat pengaruh positif persepsi tentang komunikasi dokter terhadap kepuasan pasien RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa semakin baik persepsi tentang komunikasi dokter maka semakin tinggi kepuasan pasien.







ACTIVE COPING PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK RETARDASI MENTAL

ABSTRAK

Muthmainnah. 2011. Active coping pada Ibu yang memiliki anak retardasi mental. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.


Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai active coping pada ibu yang memiliki anak retardasi mental dilihat dari kemampuan cognitive decision making, direct problem solving, seeking understanding, dan positive cognitive restructuring dalam mengatasi problem anak.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi yang melibatkan tiga orang responden, yaitu ibu yang memiliki anak kandung dengan gangguan retardasi mental.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: 1) Ditinjau dari cognitive decision making, ibu merencanakan memberikan bimbingan intensif pada anak, merencanakan agar anak bisa berkembang sesuai dengan usianya, mandiri, merencanakan agar anak bisa sehat, proses terapinya berjalan, dan tetap bersekolah. 2) Ditinjau dari direct problem solving, ibu memasukkan anak ke sekolah umum setelah itu memindahkan ke SLB, memberikan terapi dan pemeriksaan dokter, intensif membimbing anak, aktif mengikuti seminar, melakukan pendekatan agama, dan selalu memberikan dorongan pada anak. 3) Ditinjau dari seeking understanding, ibu merasa lebih pasrah, bisa menerima, bersabar, kondisi anak dijadikan sebagai bahan pembelajaran, dan merasa bersyukur atas prestasi anak, pasrah akan kehendak dari Allah, memandang bahwa anaknya memiliki kekurangan, dan berkeyakinan bahwa semua pemberian Allah pasti ada hikmahnya. 4) Ditinjau dari positive cognitive restructuring, ibu memiliki harapan agar anak pada masa depan bisa lebih baik, mandiri, berkeyakinan bahwa suatu saat anak pasti bisa lebih baik dan tumbuh normal, tetap optimis, berharap dengan kondisi anak bisa membuatnya masuk surga, berharap anak diberi umur yang panjang agar bisa selalu menemani orangtuanya. 5) Berdasarkan empat aspek active coping, ibu dengan anak RM ringan menunjukkan usaha yang lebih dalam pengambilan keputusan dan perbaikan situasi untuk mengoptimalkan kemampuan anaknya. Ibu yang memiliki anak dengan gangguan RM sedang dan berat menunjukkan lebih banyak pemaknaan terhadap situasi yang dihadapinya.



PENERIMAAN DIRI PADA WANITA PENDERITA KANKER PAYUDARA

ABSTRAK
Andi Nugrah Nadjamuddin. 2006. Penerimaan Diri pada Wanita Penderita Kanker Payudara. Jurusan Psikologi Universitas Negeri Makassar.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan penerimaan diri pada penderita kanker payudara.
Subjek yang terlibat pada penelitian ini adalah 3 (orang) penderita kanker payudara. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Tahap analisa data pada penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Penderita kanker payudara yang memiliki penerimaan diri yang tinggi, memiliki kemampuan untuk bersikap ikhlas, jujur dan terbuka mengenai kondisinya saat ini. Secara keseluruhan, penderita kanker payudara harus mendapatkan dukungan sosial dari lingkungannya sehingga penderita merasa bernilai dan dibutuhkan. Penderita kanker payudara yang terbebas dari emosi negatif dan yang menjadi pemicu stres, akan lebih kuat dan bersemangat sehingga tidak ada hambatan yang dinilai menganggu aktivitasnya serta merasa bahwa segala sesuatunya dapat dilakukan dengan menyenangkan. Penerimaan diri juga dipengaruhi oleh harapan realistis yang dimiliki oleh seseorang. Hal tersebut tercapai apabila subjek mendapatkan dukungan dan tidak adanya hambatan dari lingkungannya.






PENERIMAAN DIRI PADA WANITA MANDUL
ABSTRAK
Ayyada. 2008. Penerimaan Diri Pada Wanita mandul. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap penerimaan diri pada wanita yang mengalami kemandulan, dengan meninjau aspek penyesuaian sosial dan langkah yang kemudian ditempuh oleh masing-masing subjek untuk mengatasi kekurangan yang ada pada dirinya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek pada penelitian ini berjumlah tiga orang dengan status pernikahan yang berbeda adapun teknik pengumpulan data berupa wawancara dengan subjek, tetangga, teman kerja dan keluarga subjek. Adapun observasi yang dilakukan hanya pada saat wawancara berlangsung.
Berdasarkan data-data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa 1) Kemampuan untuk membuka diri dengan lingkungan sosial mempengaruhi penerimaan diri subjek, 2) Dukungan sosial mempengaruhi penerimaan diri subjek, 3) mengadopsi seorang anak atau aktif pada kegiatan sosial merupakan cara yang dilakukan untuk menyeimbangkan kekurangan yang ada pada diri wanita yang mengalami kemandulan.
Kata kunci: Penerimaan Diri, Mandul









STRATEGI MENGATASI MASALAH PENYALAHGUNA NARKOBA (KASUS PADA 3 REMAJA DI KOTA MAKASSAR)

ABSTRAK
Dyah Kusumaning Tyas. 2006. Strategi Mengatasi Masalah Penyalahguna Narkoba (Kasus pada 3 Remaja di Kota Makassar). Jurusan Psikologi Universitas Negeri Makassar.

Studi ini dirancang untuk meneliti secara deskriptif strategi mengatasi masalah penyalahguna narkoba di kota Makassar. Adapun tujuan dari penelitian adalah mendeskripsikan latar belakang keluarga, faktor penyebab penyalahgunaan narkoba dan strategi mengatasi masalah pada korban penyalahguna narkoba sehingga dari deskripsi itu dapat ditemukan pemahaman mengenai kehidupan penyalahguna narkoba.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, karena peneliti ingin mendeskripsikan strategi mengatasi masalah penyalahguna narkoba maka diperlukan suatu analisis yang mendalam dan kajian terhadap situasi yang bersifat alami, situasi yang terjadi tanpa campur tangan peneliti. Pencarian data dalam penelitian kualitatif, lebih berfokus pada profil maka tidak membutuhkan jumlah subjek penelitian yang banyak. Sehingga dalam penelitian ini, peneliti mengambil 3 subjek. Sumber informasi yang digunakan dalam penelitian kualitatif ini ada 3 macam yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi selama di lapangan.
Hasil temuan di lapangan menyatakan bahwa remaja yang menjadi penyalahguna narkoba umumnya kurang memiliki kepercayaan diri, ketidakmampuan mengelola masalah dan adanya keinginan untuk memperoleh pengalaman baru. Remaja yang kurang memiliki strategi mengatasi masalah yang efektif ini yang cenderung menjadi penyalahguna narkoba yaitu yang berfokus pada emosi. Namun berdasarkan hasil penelitian dilapangan diperoleh juga bahwa remaja yang memiliki strategi mengatasi masalah yang berfokus pada masalah juga rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Remaja menjadikan narkoba sebagai alat untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
Kata kunci: Strategi Mengatasi Masalah; Narkoba