PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI

  • PDFPrintE-mail

HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DENGAN KESELAMATAN KERJA PADA KARYAWAN PT. SEMEN BOSOWA MAROS

ABSTRAK


Fitri Danila. 2010. Hubungan antara Stres Kerja dengan Keselamatan Kerja pada Karyawan PT. Semen Bosowa Maros. Fakultas Psikologi. Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan negatif antara Stres Kerja dengan Keselamatan Kerja pada Karyawan PT. Semen Bosowa Maros

Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Semen Bosowa Maros pada divisi produksi dan maintenance, sebanyak 384 orang. Penelitian ini menggunakan teknik purpossive sampling dalam pengambilan sampelnya, dengan kriteria pengambilan sampel yaitu karyawan yang bertugas di lapangan, sebanyak 88 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala stres kerja dan skala keselamatan kerja. Data dianalisis menggunakan teknik korelasi product moment, dengan batuan program SPSS 14.0 for Windows.
Berdasarkan hasil analisa data diperoleh bahwa besarnya kekuatan hubungan antara stres kerja dengan keselamatan kerja adalah r = -0,464 dan nilai signifikansi (p) = 0,000 menunjukkan bahwa probabilitas di bawah 0,01, yang berarti H1 diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan keselamatan kerja. Hubungan antara variabel stres kerja dengan keselamatan kerja adalah negatif. Artinya, semakin tinggi stres kerja, maka semakin rendah keselamatan kerja. Sebaliknya, semakin rendah stres kerja, maka semakin tinggi keselamatan kerja. Stres kerja menyumbang sebesar 21,6% terhadap keselamatan kerja pada karyawan PT. Semen Bosowa Maros dan sisanya sebesar 78,4% disumbang oleh faktor lain yang tidak diikutkan dalam penelitian ini.

Kata kunci: stres kerja, keselamatan kerja.









PENGARUH MOTIF BERPRESTASI TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA DISTRIBUTOR MULTI LEVEL MARKETING
ABSTRAK
Nurmiyah R. 2007. Pengaruh motif berprestasi terhadap komitmen organisasi pada distributor Multi Level Marketing ‘T’. Fakultas Psikologi. Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui  pengaruh motif berprestasi terhadap komitmen organisasi pada distributor Multi Level Marketing ‘T’.
Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala motif berprestasi dan skala komitmen organisasi. Subyek penelitian ini adalah distributor aktif pada Multi Level Marketing ‘T’ sebanyak 59 orang. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi sederhana program SPSS 11,0 for windows.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif berprestasi distributor berada pada kategori tinggi, dan komitmen organisasi distributor berada pada kategori tinggi. Motif berprestasi memiliki pengaruh positif terhadap komitmen organisasi dengan nilai korelasi (r) = 0,887; p < 0,01. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan diterima, yang berarti semakin tinggi motif berprestasi maka semakin tinggi komitmen organisasi distributor. Motif berprestasi menyumbang sebesar 77% terhadap komitmen organisasi distributor dan sisanya 23% disumbang oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Distributor Multi Level Marketing ‘T’ memiliki motif berprestasi yang tergolong tinggi (81,36%); 2) Distributor Multi Level Marketing ‘T’ memiliki komitmen organisasi yang tergolong tinggi (88,14%); 3) Ada pengaruh positif motif berprestasi terhadap komitmen organisasi pada distributor Multi Level Marketing ‘T’.

Kata Kunci: Motif Berprestasi, Komitmen Organisasi


PENGARUH AFEK NEGATIF TERHADAP STRES KERJA KARYAWAN BAGIAN OPERASI DEPARTEMEN PRODUKSI TERAK  PT.SEMEN TONASA IV PANGKEP
ABSTRAK
Rasdiana. 2010. Pengaruh afek negatif terhadap stres kerja karyawan bagian operasi departemen produksi terak  PT.Semen Tonasa IV Pangkep. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh afek negatif terhadap stres kerja pada karyawan bagian operasi Departemen Produksi Terak PT. Semen Tonasa IV Pangkep.
Subjek sebanyak 50 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala afek negatif dan skala stres kerja. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Semen Tonasa IV Pangkep. Penelitian ini menggunakan teknik purpossive sampling dalam pengambilan sampelnya dengan kriteria pengambilan sampel berdasarkan lama bekerja dan jabatan. Data dianalisis menggunakan teknik regresi sederhana, dengan bantuan program SPSS 16.0 for Windows.
Berdasarkan hasil analisa data, diperoleh bahwa besarnya nilai F = 25,463 (p < 0,05), maka   diterima dan   ditolak, yang berarti bahwa ada hubungan yang signifikan antara afek negatif dan stres kerja. Hasil analisa juga menunjukkan bahwa afek negatif yang dimiliki karyawan dalam kategori rendah dengan rerata empirik sebesar 31,74, begitupun dengan stres kerja yang berada dalam kategori rendah dengan rerata empirik sebesar 32,52, berarti bahwa hubungan antara kedua variabel adalah positif. Koefisien determinasi (R square= 0,363) yang menunjukkan besarnya sumbangan efektif total variabel afek negatif terhadap variabel stres kerja adalah sebesar 36,3 %.







HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN BURNOUT PADA ANGGOTA KEPOLISIAN

ABSTRAK



Rasdianty. 2010. Hubungan Antara Kepuasan Kerja Dengan Burnout Pada Anggota Kepolisian. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.


Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kepuasan kerja dan burnout pada polisi.Burnout merupakan suatu reaksi akibat dari stres kerja yang dialami oleh individu dalam jangka waktu yang lama dan pada level yang tinggi. Burnout biasanya terjadi pada individu dengan profesi bidang pelayanan sosial, salah satunya polisi. Salah satu hal yang memicu burnout adalah kepuasan kerja yang tidak terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kepuasan kerja dan burnout pada polisi.

Responden dalam penelitian ini adalah 40 anggota polisi yang memiliki masa kerja 3 tahun di Polres Gowa. Teknik pengambilan sampel adalah purposive random sampling Responden adalah polisi yang ditempatkan pada bidang operasional yang dalam tugas kesehariannya berinteraksi langsung dengan masyarakat, yaitu Samapta, Lalu Lintas, dan Reskrim. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala kepuasan kerja menurut Hackman dan Oldham (Spector, 1997). Skala burnout diambil dari dimensi yang diutarakan Baron dan Greenberg (1993).

Metode analisis data menggunakan statistik nonparametrik Kendall’s dengan bantuan SPSS 16,0 for Windows. Hasil analisis menunjukkan -0,366 dengan p = 0,001 atau p < 0,05 yang artinya ada hubungan negatif yang signifikan antara kepuasan kerja dan burnout pada polisi. Responden yang memiliki kepuasan kerja tinggi, tingkat burnoutnya rendah. Sebaliknya, responden yang memiliki kepuasan kerja rendah, tingkat burnoutnya tinggi.


Kata kunci : burnout, kepuasan kerja.




HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN MOTIVASI KERJA AWAK KABIN HAJI GARUDA INDONESIA DI KOTA MAKASSAR

ABSTRAK

Dian Ekawaty Bachtiar. 2011. Hubungan antara Efikasi Diri dengan Motivasi Kerja Awak Kabin Haji Garuda Indonesia di Kota Makassar. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan motivasi kerja Awak Kabin Haji Garuda Indonesia di Kota Makassar.

Sampel dalam penelitian ini berjumlah 53 orang dan dipilih melalui metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala efikasi diri dan skala motivasi kerja. Data dianalisis dengan menggunakan korelasi Product Moment dari Pearson melalui program SPSS 16.00 forwindows.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara efikasi diri dengan motivasi kerja awak kabin haji Garuda Indonesia di Kota Makassar. Hal ini berarti semakin tinggi efikasi diri awak kabin, maka semakin tinggi motivasi kerjanya.

Kata kunci: efikasi diri, motivasi kerja.