SOCIAL PSYCHOLOGY

  • PDFPrintE-mail

 

Citra Raga To Balo

ABSTRAK

 

Alhamid. 2009. Citra Raga To Balo. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui citra raga To Balo, kondisi sosial dan ekonomi To Balo dan bagaimana persepsi masyarakat setempat terhadap To Balo

Subjek pada penelitian ini adalah tiga (3) orang, yang merupakan To Balo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara yang bersifat partisipatif dengan To Balo dan pihak-pihak lain yang memiliki data yang berhubungan dengan penelitian. Observasi yang dilakukan ditujukan terhadap aktivitas dan perilaku-perilaku subyek sehari-hari baik dengan keluarganya, dan masyarakat setempat, di dalam rumah maupun di lingkungan sekitar rumah. Pengamatan terhadap cara berpakaian, keadaan di rumah dan keadaan di sekitar lingkungan rumah. Pengamatan juga akan dilakukan terhadap subjek ketika sedang melakukan wawancara yang meliputi gaya berbicara, intonasi suara dan ekspresi wajah.

Berdasarkan data-data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa : 1) Citra raga To Balo pada umumnya bersifat negatif yang dipengaruhi oleh faktor kelainan kulit (balo), kondisi sosial, dan faktor pendidikan yang rendah 2) Kondisi sosial To Balo yaitu  sulitnya  berinteraksi dengan warga masyarakat karena jarak rumah dengan warga cukup jauh, kecemburuan warga dengan To Balo terkait bantuan pemerintah serta rutinitas yang mengharuskan To Balo tinggal di ladang. Pernikahan To Balo selama ini terlaksana berkat campur tangan aparat desa sebagai upaya untuk melestarikan To Balo yang kini hanya berjumlah lima orang, sedangkan kondisi ekonomi To Balo berada di di bawah rata-rata 3) Persepsi masyarakat setempat terhadap To Balo yaitu To Balo menutupi asal usul yang sebenarnya, karena hal tersebut merupakan aib yang harus dijaga kerahasiaannya, To Balo merupakan icon bagi daerah Bulo-bulo, To Balo segan dan menghormati aparat desa serta To Balo akan bertindak anarkis apabila merasa terhina perihal balonya.

 

Kata kunci: Citra Raga, To Balo.

 

 

THE EFFECTS OF BUGIS CULTURE UPBRINGING PATTERN TO CINDERELLA COMPLEX TENDENCY IN BUGIS WOMEN

ABSTRACT

The goals of this research are as follows: (1) To know the implementation of Bugis tribe upbringing pattern in Bugis women. (2) To know the reflection of Cinderella Complex in Bugis women. (3) To know the effects of Bugis tribe upbringing culture and the tendency of Cinderella Complex in Bugis women.

 

This research was held in Makassar. Sampling method used is simple random sampling.Total of research object is 110 students (women) in UNM from Bugis tribe. Instruments used are Bugis culture upbringing pattern scale made by author, and Cinderella Complex tendency scale also made by author, and data scale which analyzed with regression linear in SPSS 14.0 for windows.

 

The results show that: (1) The Bugis culture upbringing pattern which implemented to Bugis women, generally, is still valid to Bugis culture appropriate values. (2) The tendency of Cinderella Complex in Bugis women, generally, is very prominent, showing Bugis women still see men as dominant figure in their family and life, and make them having difficulty to stand on their feet. (3) The Bugis culture upbringing pattern gives positive effect to the appetency of Cinderella Complex in Bugis women. It means if the Bugis culture upbringing pattern received by object is prominent, then the level of Cinderella Complex in Bugis women is higher,vice versa.

Keywords: The Bugis culture upbringing pattern, Cinderella Complex tendency.

 

 

HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY INTELLIGENCE DAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA REMAJA TUNARUNGU

 

ABSTRAK

Tiara Fitrani. 2011. Hubungan antara adversity intelligence dan penyesuaian sosial pada remaja tunarungu. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara adversity intelligence dan penyesuaian sosial pada remaja tunarungu.

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah total sampling atau seluruh populasi dalam penelitian menjadi sampel. Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah remaja tunarungu yang berusia antara 14 – 21 tahun. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 44 orang yang berasal dari Sekolah Luar Biasa Pembina dan Sekolah Luar Biasa YPPLB Cendrawasih. Alat ukur yang digunakan adalah skala adversity intelligence yang terdiri atas 31 aitem yang disusun berdasarkan adversity intelligence yang dikemukakan oleh Stoltz dan skala penyesuaian sosial yang terdiri atas 30 aitem yang disusun berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Schneiders.

Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi Pearson-product moment. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai signifikansi p = 0,00 (p<0,05) dan r sebesar 0,905. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara adversity intelligence dengan penyesuaian sosial pada remaja tunarungu.

Kata kunci: adversity intelligence, penyesuaian sosial, remaja tunarungu.

 

 

PROFIL ANAK JALANAN BERPRESTASI (STUDI KASUS PADA MANTAN ANAK JALANAN YANG SUKSES DI MAKASSAR)

 

ABSTRAK

Syarvia. 2008. Profil Anak Jalanan Berprestasi (Studi Kasus pada Mantan Anak Jalanan yang Sukses di Makassar). Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang kehidupan subjek, bagaimana prestasi yang dicapai, usaha dan hambatan, serta persepsi keluarga dan kerabat terhadap subjek.

Subjek pada penelitian ini adalah 3 orang mantan anak jalanan yang sukses di Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dengan subjek, teman dekat, pekerja sosial (peksos) atau petugas yayasan dan orangtua subjek penelitian. Observasi dilakukan di lingkungan rumah untuk melihat interaksi subjek dengan orangtua dan bagaimana pola asuh yang didapatkan. Observasi selanjutnya dilakukan di lingkungan kerja, khususnya ketika subjek bekerja dan dalam interaksi sosial di masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa : 1) mantan anjal berprestasi umumnya adalah anak yang diperlakukan sebagai anak pertama, mendapatkan pelatihan kemandirian, orangtua berpendidikan rendah dan adanya konflik dalam perkawinan, serta berstatus ekonomi bawah 2) mantan anjal mampu berprestasi di bidang olahraga bertaraf internasional, keterampilan, komputer, dan lembaga swadaya masyarakat untuk skala lokal, nasional hingga internasional 3) Upaya dan kerja keras telah dilakukan oleh mantan anjal untuk mewujudkan harapan dan cita-cita. Latihan, dukungan spiritual serta doa dari keluarga dan kerabat turut menentukan keberhasilan dan motivasi berprestasi anjal. 4) Subjek adalah orang-orang yang diunggulkan di lingkungan keluarga dan teman-teman terdekat, menjadi harapan bagi keluarga, dan contoh bagi orang-orang di sekitarnya.

Kata kunci:  Motivasi Berprestasi, Anak Jalanan.

KEKERASAN ORANGTUA PADA ANAK DITINJAU DARI STATUS SOSIAL KELUARGA

 

ABSTRAK

Suriani Sibe’. 2009. Kekerasan Orangtua pada Anak Ditinjau dari Status Sosial Keluarga. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kekerasan orangtua pada anak, antara keluarga dengan status sosial atas, status sosial menengah, dan status sosial bawah.

Penelitian dilaksanakan di Makassar. Subjek penelitian adalah 270 anak dari tiga Sekolah Dasar, yaitu SDN Btn. Pemda, SDN Parangtambung II, dan SD Islam Athirah I, yang terdiri dari 66 anak dari status sosial atas, 113 anak dari status sosial menengah, dan 91 anak dari status sosial bawah. Instrumen yang digunakan adalah skala kekerasan orangtua pada anak dan angket status sosial keluarga. Data dianalisis menggunakan Kruskal Wallis-Test dengan bantuan program SPSS 16,0 for windows. Reliabilitas yang diperoleh untuk skala kekerasan orangtua pada anak adalah 0,75 (memiliki derajat keandalan tinggi), dan reliabilitas untuk angket status sosial keluarga adalah 0,909 (memiliki derajat keandalan tinggi sekali).

Hasil penelitian adalah, ada perbedaan kekerasan orangtua pada anak ditinjau dari status sosial keluarga, yaitu dari status sosial atas, menengah, dan bawah, dengan nilai signifikansi 0,00. Kekerasan orangtua pada anak dalam penelitian ini secara umum berada pada kategori rendah. Analisis tambahan: ada perbedaan kekerasan antara ayah dan ibu pada anak.

Kata kunci: kekerasan orangtua, status sosial.

 

PSIKOLOGI PENDIDIKAN & PSIKOMETRI

  • PDFPrintE-mail

 

Motivasi Belajar Matematika ditinjau dari Pemberian Metode Edutainment (Studi pada siswa yang mengikuti bimbingan belajar).

 

ABSTRAK

A. Prihadhitya Ramadhan. 2011. Motivasi Belajar Matematika ditinjau dari Pemberian Metode Edutainment (Studi pada siswa yang mengikuti bimbingan belajar). Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan motivasi siswa yang mendapatkan metode edutainment dan motivasi siswa yang tidak mendapatkan metode edutainment.

Subjek Penelitian ini adalah 75 siswa sekolah dasar yang mengikuti bimbingan belajar menjadi sampel ada penelitian ini (37 siswa yang mendapatkan metode edutainment dan 38 siswa yang mendapatkan metode non-edutainment). Pengambilan data menggunakan skala motivasi dan teknik wawancara sebagai data tambahan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan motivasi belajar matematika pada siswa yang mendapatkan metode edutainment dengan siswa yang mendapatkan metode non-edutainment ( Hasil uji Mann-Whitney, u = 601, p = 0,254).

Kata kunci : Motivasi belajar matematika, Metode edutainment.

 

 

PENGARUH MOTIVASI DAN KEPUASAN BELAJAR TERHADAP PERFORMANSI SISWA SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU MAKASSAR

 

ABSTRAK

Rahmawati, 2009. Pengaruh Motivasi dan Kepuasan Belajar Terhadap Performansi Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Makassar. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

 

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan kepuasan belajar terhadap performansi siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Makassar.

 

Subjek dalam penelitian ini sebanyak 72 orang siswa yang terpilih melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala performansi siswa, skala motivasi belajar, dan skala kepuasan belajar yang ketiganya dibuat sendiri oleh peneliti.

 

Data penelitian dianalisis menggunakan regresi ganda melalui program SPSS 12.0. for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Sekolah Dasar Islam Terpadu Makassar memiliki performansi dalam kategori sangat tinggi (100%), hal ini berarti bahwa siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Makassar mampu menyerap materi pelajaran yang ditunjukkan lewat perilaku dalam pembelajaran di kelas; 2) Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Makassar memiliki motivasi belajar yang sangat tinggi (43,1%), hal ini menunjukkan bahwa siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Makassar memiliki kebutuhan baik intrinsik maupun ekstrinsik yang tinggi dalam proses pembelajaran; 3) Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Makassar memiliki kepuasan belajar dalam kategori sangat tinggi (52,7%), hal ini berarti bahwa siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Makassar sangat senang dengan kegiatan pembelajaran di sekolah; 4) Motivasi dan kepuasan belajar memiliki hubungan yang positif terhadap performansi siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Makassar (P<0,05). Hal ini berarti bahwa makin tinggi motivasi dan kepuasan belajar siswa, makin tinggi performansi siswa. Sebaliknya, makin rendah motivasi dan kepuasan belajar siswa, makin rendah performansi siswa.

Kata-kata kunci: motivasi belajar, kepuasan belajar, performansi siswa

 

 

 

PENYESUAIAN SOSIAL SISWA AKSELERASI DAN SISWA REGULER SMP NEGERI 6 MAKASSAR

ABSTRAK

 

Sulistiawati, S. 2011. Penyesuaian Sosial Siswa Akselerasi dan Siswa Reguler SMP Negeri 6 Makassar. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

 

Penelitian ini merupakan penelitian komparatif yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan penyesuaian sosial antara siswa akselerasi dan siswa reguler di SMP Negeri 6 Makassar.

Subjek pada penelitian ini berjumlah 42 orang siswa, terdiri atas 19 orang siswa akselerasi dan 23 orang siswa reguler. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala penyesuaian sosial. Data penelitian dianalisis menggunakan uji-t (independent sample t test) dengan bantuan program SPSS 16.0 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh = 0,003. Jika nilai signifikansi < 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan penyesuaian sosial antara siswa akselerasi dan siswa reguler di SMP Negeri 6 Makassar.

Kata kunci: Penyesuaian sosial; Akselerasi; Reguler

 

 

PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI PADA SISWA SMP. NEGERI 1 PARANGLOE KABUPATEN GOWA

Abstrak

 

Maria Laba’, 2011. Perbedaan motivasi belajar ditinjau dari status sosial ekonomi pada siswa SMP. Negeri 1 Parangloe Kabupaten Gowa. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan motivasi belajar ditinjau dari status sosial ekonomi.

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP Neg. 1 Parangloe sebanyak 110 orang. Teknik yang digunakan dalam pengambilan subjek adalah cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah 1) angket status sosial ekonomi yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang status sosial ekonomi terdiri dari 19 aitem berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan Badan Pusat Statistik Makassar tahun 2005 dan 2) skala motivasi belajar yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang motivasi belajar siswa terdiri dari 22 aitem berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan oleh Gotried (dalam Sudjana, 2005). Data dianalisis dengan menggunakan uji t dengan menggunakan bantuan program computer SPSS for windows release 16.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan motivasi belajar ditinjau dari status sosial ekonomi pada siswa SMP. Negeri 1 Parangloe Kabupaten Gowa.

Kata kunci: Status sosial ekonomi, motivasi belajar.

 

Intensi menyontek ditinjau dari tingkat harga diri dan motivasi berprestasi siswa SMA Negeri 1 Bulukumpa Kabupaten Bulukumba

ABSTRAK

 

Andi Emaliny, 2007. Intensi menyontek ditinjau dari tingkat harga diri dan motivasi berprestasi siswa SMA Negeri 1 Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dan motivasi berprestasi dengan intensi menyontek siswa, dan untuk mengetahui perbedaan intensi menyontek siswa laki-laki dan siswa perempuan di SMA Negeri 1 Bulukumpa Kabupaten Bulukumba.

Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala harga diri, skala motivasi berprestasi dan skala intensi menyontek. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dalam pemilihan subyek penelitian. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Bulukumpa Kabupaten Bulukumba sebanyak 166 orang siswa. Data dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi ganda dan uji-t dengan bantuan program SPSS 14.0 for windows.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Gambaran intensi menyontek siswa SMA Negeri 1 Bulukumpa Kabupaten Bulukumba berada dalam kategori rendah, gambaran harga diri siswa berada dalam kategori sedang, dan gambaran motivasi berprestasi siswa berada dalam kategori tinggi. (2) Hasil uji statistik dengan menggunakan uji korelasi ganda menunjukkan ada hubungan negatif harga diri dan motivasi berprestasi dengan intensi menyontek siswa SMA Negeri 1 Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. (3) Hasil uji statistik dengan menggunakan uji perbedaan (uji t) menunjukkan adanya perbedaan intensi menyontek antara siswa laki-laki dan siswa perempuan, siswa laki-laki lebih cenderung untuk melakukan intensi menyontek daripada siswa perempuan.

 

Kata Kunci: Intensi Menyontek, Harga Diri, Motivasi Berprestasi

 

 

 

PSY PERKEMBANGAN

  • PDFPrintE-mail

KREATIVITAS ANAK DALAM SUASANA KOMPETITIF

ABSTRAK

 

Muhammad Arif. 2008. Kreativitas Anak dalam Suasana Kompetitif. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kreativitas anak yang berada dalam suasana kompetitif dan non-kompetitif.

Subjek dalam penelitian ini adalah 98 anak berusia 9-13 tahun yang terdiri dari siswa kelas V dan VI di SD Inpres Cambaya I dan II, yang dipilih secara random untuk bertindak sebagai kelompok eksperimen ataupun kelompok kontrol.

Instrumen yang digunakan adalah pemberian tugas menulis karangan, yang kemudian dinilai oleh tiga orang rater berdasarkan Skema Penilaian Kreativitas Mengarang Siswa, yang disusun oleh Munandar pada 1977 (Munandar 2004). Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik analisis uji-t Independen dengan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solutions) 16.0 for windows. Hasil analisis menunjukkan tidak ada perbedaan kreativitas anak yang berada dalam suasana kompetitif dan non-kompetitif (p = 0,428). Meskipun demikian anak yang berada dalam suasana non-kompetitif memiliki rerata empirik yang lebih tinggi, yaitu sebesar 6,5, sedangkan untuk anak dalam suasana kompetitif sebesar 5,9.

 

 

Kata kunci: Kreativitas, Anak, Suasana Kompetitif dan Non-kompetitif

 

 

PERBEDAAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMBELI PRODUK FASHION BERDASARKAN PERAN GENDER PADA KONSUMEN REMAJA

ABSTRAK

 

Afiah, N. 2011. Perbedaan Pengambilan Keputusan Membeli Produk Fashion berdasarkan Peran Gender pada Konsumen Remaja. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengambilan keputusan membeli produk fashion pada remaja berdasarkan peran gender maskulin, feminin, androgini, dan tak terbedakan.

Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi UNM angkatan 2010-2011 yang berjumlah 63 orang. Subjek dipilih dengan menggunakan teknik sampel purposif. Data penelitian ini dianalisis dengan teknik analisis non-parametrik Kruskal-Wallis.Instrument penelitian yang digunakan adalah skala pengambilan keputusan membeli dan skala peran gender.

Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan pengambilan keputusan membeli produk fashion berdasarkan peran gender pada konsumen remaja (koefisien KW = 19,001, p = 0,00).

 

Kata kunci: Pengambilan keputusan membeli, peran gender.

 

 

KECEMASAN MENGHADAPI KEMATIAN PADA LANJUT USIA

ABSTRAK

 

 

Nur Rahmi. 2011. Kecemasan Menghadapi Kematian pada Lanjut Usia. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai:  1. Bentuk-bentuk kecemasan menghadapi kematian pada lanjut usia; 2. Faktor-faktor kecemasan menghadapi kematian pada lanjut usia; 3. Cara mengatasi kecemasan menghadapi kematian pada lanjut usia.

 

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan melibatkan tiga orang responden yaitu laki-laki lanjut usia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Gowa.

 

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lansia dengan kecemasan menghadapi kematian diketahui bahwa sebab atau alasan lansia cemas yaitu karena khawatir dengan keadaan keluarga yang ditinggalkan, ibadah kurang karena banyak dosa atau kesalahan yang diperbuat, takut pada proses menjelang ajal dan kehidupan setelah mati, serta takut menderita sakit yang lama dan mati dalam keadaan sendirian tanpa seorangpun yang tahu. Reaksi fisik yang dialami berupa kepala pusing, jantung berdebar-debar, gemetar, nafsu makan berkurang, nafas terasa sesak, berkeringat dingin, badan terasa lemas. Reaksi psikologis berupa perasaaan tidak menyenangkan (khawatir, takut, gelisah, bingung), perilaku jadi sering merenung atau melamun, sulit tidur, sulit berkonsentrasi, gugup serta tidak bersemangat beraktivitas. Hal tersebut akhirnya menyebabkan lansia melakukan kegiatan seperti beribadah, mendekatkan diri pada Tuhan, melakukan suatu kesibukan, bercerita, curhat pada orang lain, dibawa tidur dan bersilaturrahmi ke rumah teman, tetangga, serta pergi mencari hiburan atau rekreasi.

 

Kata Kunci: Kecemasan, Kematian dan Lanjut Usia.

 

 

 

KECERDASAN SOSIAL ANAK USIA DINI DI MAKASSAR MONTESSORI SCHOOL DAN TAMAN KANAK-KANAK UNYIL MAKASSAR

 

ABSTRAK

 

Evie Syalviana. 2011. Kecerdasan Sosial Anak Usia Dini di Makassar Montessori School dan Taman Kanak-kanak Unyil Makassar. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

 

Penelitian ini merupakan penelitian komparatif yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kecerdasan sosial anak usia dini yang diberi Metode Montessori di Makassar Montessori School dan anak usia dini yang diberi Metode Teacher Centered Learning di Taman Kanak-kanak Unyil Makassar.

Subjek dalam penelitian ini berjumlah 66 anak yang terdiri dari 33 anak Makassar Montessori School dan 33 anak TK Unyil Makassar. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecerdasan sosial. Data penelitian dianalisis mengguanakan uji-t (independent sample t-test) dengan bantuan program SPSS 16.0 for Windows.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0.859 dan jika nilai signifikansi > 0,05 maka Ha ditolak dan H0 diterima. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kecerdasan sosial anak usia dini yang diberi Metode Montessori di Makassar Montessori School dan anak usia dini yang diberi Metode Teacher Centered Learning di Taman Kanak-kanak Unyil Makassar.

 

 

Kata kunci : Kecerdasan sosial,  Anak usia dini, Metode Montessori, Metode Teacher Centered Learning

 

MODIFIKASI LINGKUNGAN UNTUK MENURUNKAN TINGKAT DEPRESI  LANSIA PEREMPUAN YANG TINGGAL DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA GAU MABAJI KABUPATEN GOWA

ABSTRAK

 

Andi Resvi, 2011. Modifikasi Lingkungan untuk Menurunkan Tingkat Depresi  Lansia Perempuan yang Tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kabupaten Gowa. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan penurunan tingkat depresi antara kelompok lansia yang diberikan pelatihan modifikasi lingkungan dengan kelompok lansia yang tidak diberikan pelatihan modifikasi di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kabupaten Gowa.

Subjek penelitian ini adalah lansia perempuan yang mengalami depresi ringan dan sedang sebanyak delapan orang yaitu, empat orang sebagai kelompok eksperimen dan empat orang sebagai kelompok kontrol. Alat ukur yang digunakan adalah tes Inventori Depresi Beck (IDB). Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purpossive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan independent sample t-tes dengan bantuan program SPSS for windows versi 16,00.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan penurunan tingkat depresi antara kelompok lansia yang diberikan pelatihan modifikasi lingkungan dengan kelompok lansia yang tidak diberikan pelatihan modifikasi lingkungan di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kabupaten Gowa.

Kata kunci: Modifikasi lingkungan dan depresi lansia.

 

 

PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI

  • PDFPrintE-mail

HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DENGAN KESELAMATAN KERJA PADA KARYAWAN PT. SEMEN BOSOWA MAROS

ABSTRAK


Fitri Danila. 2010. Hubungan antara Stres Kerja dengan Keselamatan Kerja pada Karyawan PT. Semen Bosowa Maros. Fakultas Psikologi. Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan negatif antara Stres Kerja dengan Keselamatan Kerja pada Karyawan PT. Semen Bosowa Maros

Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Semen Bosowa Maros pada divisi produksi dan maintenance, sebanyak 384 orang. Penelitian ini menggunakan teknik purpossive sampling dalam pengambilan sampelnya, dengan kriteria pengambilan sampel yaitu karyawan yang bertugas di lapangan, sebanyak 88 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala stres kerja dan skala keselamatan kerja. Data dianalisis menggunakan teknik korelasi product moment, dengan batuan program SPSS 14.0 for Windows.
Berdasarkan hasil analisa data diperoleh bahwa besarnya kekuatan hubungan antara stres kerja dengan keselamatan kerja adalah r = -0,464 dan nilai signifikansi (p) = 0,000 menunjukkan bahwa probabilitas di bawah 0,01, yang berarti H1 diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan keselamatan kerja. Hubungan antara variabel stres kerja dengan keselamatan kerja adalah negatif. Artinya, semakin tinggi stres kerja, maka semakin rendah keselamatan kerja. Sebaliknya, semakin rendah stres kerja, maka semakin tinggi keselamatan kerja. Stres kerja menyumbang sebesar 21,6% terhadap keselamatan kerja pada karyawan PT. Semen Bosowa Maros dan sisanya sebesar 78,4% disumbang oleh faktor lain yang tidak diikutkan dalam penelitian ini.

Kata kunci: stres kerja, keselamatan kerja.









PENGARUH MOTIF BERPRESTASI TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA DISTRIBUTOR MULTI LEVEL MARKETING
ABSTRAK
Nurmiyah R. 2007. Pengaruh motif berprestasi terhadap komitmen organisasi pada distributor Multi Level Marketing ‘T’. Fakultas Psikologi. Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui  pengaruh motif berprestasi terhadap komitmen organisasi pada distributor Multi Level Marketing ‘T’.
Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala motif berprestasi dan skala komitmen organisasi. Subyek penelitian ini adalah distributor aktif pada Multi Level Marketing ‘T’ sebanyak 59 orang. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi sederhana program SPSS 11,0 for windows.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif berprestasi distributor berada pada kategori tinggi, dan komitmen organisasi distributor berada pada kategori tinggi. Motif berprestasi memiliki pengaruh positif terhadap komitmen organisasi dengan nilai korelasi (r) = 0,887; p < 0,01. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan diterima, yang berarti semakin tinggi motif berprestasi maka semakin tinggi komitmen organisasi distributor. Motif berprestasi menyumbang sebesar 77% terhadap komitmen organisasi distributor dan sisanya 23% disumbang oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Distributor Multi Level Marketing ‘T’ memiliki motif berprestasi yang tergolong tinggi (81,36%); 2) Distributor Multi Level Marketing ‘T’ memiliki komitmen organisasi yang tergolong tinggi (88,14%); 3) Ada pengaruh positif motif berprestasi terhadap komitmen organisasi pada distributor Multi Level Marketing ‘T’.

Kata Kunci: Motif Berprestasi, Komitmen Organisasi


PENGARUH AFEK NEGATIF TERHADAP STRES KERJA KARYAWAN BAGIAN OPERASI DEPARTEMEN PRODUKSI TERAK  PT.SEMEN TONASA IV PANGKEP
ABSTRAK
Rasdiana. 2010. Pengaruh afek negatif terhadap stres kerja karyawan bagian operasi departemen produksi terak  PT.Semen Tonasa IV Pangkep. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh afek negatif terhadap stres kerja pada karyawan bagian operasi Departemen Produksi Terak PT. Semen Tonasa IV Pangkep.
Subjek sebanyak 50 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala afek negatif dan skala stres kerja. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Semen Tonasa IV Pangkep. Penelitian ini menggunakan teknik purpossive sampling dalam pengambilan sampelnya dengan kriteria pengambilan sampel berdasarkan lama bekerja dan jabatan. Data dianalisis menggunakan teknik regresi sederhana, dengan bantuan program SPSS 16.0 for Windows.
Berdasarkan hasil analisa data, diperoleh bahwa besarnya nilai F = 25,463 (p < 0,05), maka   diterima dan   ditolak, yang berarti bahwa ada hubungan yang signifikan antara afek negatif dan stres kerja. Hasil analisa juga menunjukkan bahwa afek negatif yang dimiliki karyawan dalam kategori rendah dengan rerata empirik sebesar 31,74, begitupun dengan stres kerja yang berada dalam kategori rendah dengan rerata empirik sebesar 32,52, berarti bahwa hubungan antara kedua variabel adalah positif. Koefisien determinasi (R square= 0,363) yang menunjukkan besarnya sumbangan efektif total variabel afek negatif terhadap variabel stres kerja adalah sebesar 36,3 %.







HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN BURNOUT PADA ANGGOTA KEPOLISIAN

ABSTRAK



Rasdianty. 2010. Hubungan Antara Kepuasan Kerja Dengan Burnout Pada Anggota Kepolisian. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.


Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kepuasan kerja dan burnout pada polisi.Burnout merupakan suatu reaksi akibat dari stres kerja yang dialami oleh individu dalam jangka waktu yang lama dan pada level yang tinggi. Burnout biasanya terjadi pada individu dengan profesi bidang pelayanan sosial, salah satunya polisi. Salah satu hal yang memicu burnout adalah kepuasan kerja yang tidak terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kepuasan kerja dan burnout pada polisi.

Responden dalam penelitian ini adalah 40 anggota polisi yang memiliki masa kerja 3 tahun di Polres Gowa. Teknik pengambilan sampel adalah purposive random sampling Responden adalah polisi yang ditempatkan pada bidang operasional yang dalam tugas kesehariannya berinteraksi langsung dengan masyarakat, yaitu Samapta, Lalu Lintas, dan Reskrim. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala kepuasan kerja menurut Hackman dan Oldham (Spector, 1997). Skala burnout diambil dari dimensi yang diutarakan Baron dan Greenberg (1993).

Metode analisis data menggunakan statistik nonparametrik Kendall’s dengan bantuan SPSS 16,0 for Windows. Hasil analisis menunjukkan -0,366 dengan p = 0,001 atau p < 0,05 yang artinya ada hubungan negatif yang signifikan antara kepuasan kerja dan burnout pada polisi. Responden yang memiliki kepuasan kerja tinggi, tingkat burnoutnya rendah. Sebaliknya, responden yang memiliki kepuasan kerja rendah, tingkat burnoutnya tinggi.


Kata kunci : burnout, kepuasan kerja.




HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN MOTIVASI KERJA AWAK KABIN HAJI GARUDA INDONESIA DI KOTA MAKASSAR

ABSTRAK

Dian Ekawaty Bachtiar. 2011. Hubungan antara Efikasi Diri dengan Motivasi Kerja Awak Kabin Haji Garuda Indonesia di Kota Makassar. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan motivasi kerja Awak Kabin Haji Garuda Indonesia di Kota Makassar.

Sampel dalam penelitian ini berjumlah 53 orang dan dipilih melalui metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala efikasi diri dan skala motivasi kerja. Data dianalisis dengan menggunakan korelasi Product Moment dari Pearson melalui program SPSS 16.00 forwindows.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara efikasi diri dengan motivasi kerja awak kabin haji Garuda Indonesia di Kota Makassar. Hal ini berarti semakin tinggi efikasi diri awak kabin, maka semakin tinggi motivasi kerjanya.

Kata kunci: efikasi diri, motivasi kerja.



PSIKOLOGI KLINIS

  • PDFPrintE-mail

PENGARUH PERSEPSI TENTANG KOMUNIKASI DOKTER TERHADAP KEPUASAN PASIEN RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR
ABSTRAK

Mutmainnah A. Jamaluddin. 2006. Pengaruh Persepsi tentang Komunikasi Dokter terhadap Kepuasan Pasien RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Jurusan Psikologi. Universitas Negeri Makassar.
Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi tentang komunikasi dokter terhadap kepuasan pasien RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.
Subjek penelitian ini adalah pasien rawat inap RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar sebanyak 70 orang. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi sederhana dari program SPSS 12.0 for windows. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala persepsi tentang komunikasi dokter dan skala kepuasan pasien. Penelitian ini menggunakan teknik random sampling dalam pemilihan subjek penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Pada umumnya pasien rawat inap RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar mempersepsikan komunikasi dokternya baik 2. Pada umumnya pasien rawat inap RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar mengalami kepuasan 3. Terdapat pengaruh positif persepsi tentang komunikasi dokter terhadap kepuasan pasien RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa semakin baik persepsi tentang komunikasi dokter maka semakin tinggi kepuasan pasien.







ACTIVE COPING PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK RETARDASI MENTAL

ABSTRAK

Muthmainnah. 2011. Active coping pada Ibu yang memiliki anak retardasi mental. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.


Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai active coping pada ibu yang memiliki anak retardasi mental dilihat dari kemampuan cognitive decision making, direct problem solving, seeking understanding, dan positive cognitive restructuring dalam mengatasi problem anak.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi yang melibatkan tiga orang responden, yaitu ibu yang memiliki anak kandung dengan gangguan retardasi mental.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: 1) Ditinjau dari cognitive decision making, ibu merencanakan memberikan bimbingan intensif pada anak, merencanakan agar anak bisa berkembang sesuai dengan usianya, mandiri, merencanakan agar anak bisa sehat, proses terapinya berjalan, dan tetap bersekolah. 2) Ditinjau dari direct problem solving, ibu memasukkan anak ke sekolah umum setelah itu memindahkan ke SLB, memberikan terapi dan pemeriksaan dokter, intensif membimbing anak, aktif mengikuti seminar, melakukan pendekatan agama, dan selalu memberikan dorongan pada anak. 3) Ditinjau dari seeking understanding, ibu merasa lebih pasrah, bisa menerima, bersabar, kondisi anak dijadikan sebagai bahan pembelajaran, dan merasa bersyukur atas prestasi anak, pasrah akan kehendak dari Allah, memandang bahwa anaknya memiliki kekurangan, dan berkeyakinan bahwa semua pemberian Allah pasti ada hikmahnya. 4) Ditinjau dari positive cognitive restructuring, ibu memiliki harapan agar anak pada masa depan bisa lebih baik, mandiri, berkeyakinan bahwa suatu saat anak pasti bisa lebih baik dan tumbuh normal, tetap optimis, berharap dengan kondisi anak bisa membuatnya masuk surga, berharap anak diberi umur yang panjang agar bisa selalu menemani orangtuanya. 5) Berdasarkan empat aspek active coping, ibu dengan anak RM ringan menunjukkan usaha yang lebih dalam pengambilan keputusan dan perbaikan situasi untuk mengoptimalkan kemampuan anaknya. Ibu yang memiliki anak dengan gangguan RM sedang dan berat menunjukkan lebih banyak pemaknaan terhadap situasi yang dihadapinya.



PENERIMAAN DIRI PADA WANITA PENDERITA KANKER PAYUDARA

ABSTRAK
Andi Nugrah Nadjamuddin. 2006. Penerimaan Diri pada Wanita Penderita Kanker Payudara. Jurusan Psikologi Universitas Negeri Makassar.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan penerimaan diri pada penderita kanker payudara.
Subjek yang terlibat pada penelitian ini adalah 3 (orang) penderita kanker payudara. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Tahap analisa data pada penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Penderita kanker payudara yang memiliki penerimaan diri yang tinggi, memiliki kemampuan untuk bersikap ikhlas, jujur dan terbuka mengenai kondisinya saat ini. Secara keseluruhan, penderita kanker payudara harus mendapatkan dukungan sosial dari lingkungannya sehingga penderita merasa bernilai dan dibutuhkan. Penderita kanker payudara yang terbebas dari emosi negatif dan yang menjadi pemicu stres, akan lebih kuat dan bersemangat sehingga tidak ada hambatan yang dinilai menganggu aktivitasnya serta merasa bahwa segala sesuatunya dapat dilakukan dengan menyenangkan. Penerimaan diri juga dipengaruhi oleh harapan realistis yang dimiliki oleh seseorang. Hal tersebut tercapai apabila subjek mendapatkan dukungan dan tidak adanya hambatan dari lingkungannya.






PENERIMAAN DIRI PADA WANITA MANDUL
ABSTRAK
Ayyada. 2008. Penerimaan Diri Pada Wanita mandul. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap penerimaan diri pada wanita yang mengalami kemandulan, dengan meninjau aspek penyesuaian sosial dan langkah yang kemudian ditempuh oleh masing-masing subjek untuk mengatasi kekurangan yang ada pada dirinya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek pada penelitian ini berjumlah tiga orang dengan status pernikahan yang berbeda adapun teknik pengumpulan data berupa wawancara dengan subjek, tetangga, teman kerja dan keluarga subjek. Adapun observasi yang dilakukan hanya pada saat wawancara berlangsung.
Berdasarkan data-data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa 1) Kemampuan untuk membuka diri dengan lingkungan sosial mempengaruhi penerimaan diri subjek, 2) Dukungan sosial mempengaruhi penerimaan diri subjek, 3) mengadopsi seorang anak atau aktif pada kegiatan sosial merupakan cara yang dilakukan untuk menyeimbangkan kekurangan yang ada pada diri wanita yang mengalami kemandulan.
Kata kunci: Penerimaan Diri, Mandul









STRATEGI MENGATASI MASALAH PENYALAHGUNA NARKOBA (KASUS PADA 3 REMAJA DI KOTA MAKASSAR)

ABSTRAK
Dyah Kusumaning Tyas. 2006. Strategi Mengatasi Masalah Penyalahguna Narkoba (Kasus pada 3 Remaja di Kota Makassar). Jurusan Psikologi Universitas Negeri Makassar.

Studi ini dirancang untuk meneliti secara deskriptif strategi mengatasi masalah penyalahguna narkoba di kota Makassar. Adapun tujuan dari penelitian adalah mendeskripsikan latar belakang keluarga, faktor penyebab penyalahgunaan narkoba dan strategi mengatasi masalah pada korban penyalahguna narkoba sehingga dari deskripsi itu dapat ditemukan pemahaman mengenai kehidupan penyalahguna narkoba.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, karena peneliti ingin mendeskripsikan strategi mengatasi masalah penyalahguna narkoba maka diperlukan suatu analisis yang mendalam dan kajian terhadap situasi yang bersifat alami, situasi yang terjadi tanpa campur tangan peneliti. Pencarian data dalam penelitian kualitatif, lebih berfokus pada profil maka tidak membutuhkan jumlah subjek penelitian yang banyak. Sehingga dalam penelitian ini, peneliti mengambil 3 subjek. Sumber informasi yang digunakan dalam penelitian kualitatif ini ada 3 macam yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi selama di lapangan.
Hasil temuan di lapangan menyatakan bahwa remaja yang menjadi penyalahguna narkoba umumnya kurang memiliki kepercayaan diri, ketidakmampuan mengelola masalah dan adanya keinginan untuk memperoleh pengalaman baru. Remaja yang kurang memiliki strategi mengatasi masalah yang efektif ini yang cenderung menjadi penyalahguna narkoba yaitu yang berfokus pada emosi. Namun berdasarkan hasil penelitian dilapangan diperoleh juga bahwa remaja yang memiliki strategi mengatasi masalah yang berfokus pada masalah juga rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Remaja menjadikan narkoba sebagai alat untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
Kata kunci: Strategi Mengatasi Masalah; Narkoba